Articles by "Unik"

Tampilkan postingan dengan label Unik. Tampilkan semua postingan



SUARA.NABIRE - Stephen William Hawking adalah seorang ahli fisika teoretis. Ia merupakan Profesor Lucasian dalam bidang matematika di Universitas Cambridge dan merupakan salah satu anggota dari Gonville and Caius College, Cambridge.

Hawking di kenal dengan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama teori-teorinya tentang kosmologi, gravitasi kuantum, blackhole (lubang hitam), dan radiasi Hawking.

Salah satu tulisannya yang kontroversial dan sangat terkenal adalah A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times kota London selama 237 minggu berturut-turut, di tahun 2010. Disamping itu, Hawking bersama Leonard Mladinow juga menyusun buku terkenal lainnya yang berjudul: The Grand Design.

Meskipun keadaan fisik Hawking mengalami “tetraplegia” (kelumpuhan) yaitu karena sklerosis lateral amiotrofik, tetapi karier ilmiahnya terus berlanjut selama lebih dari 40 tahun. Buku-buku dan penampilan publiknya menjadikan ia sebagai seorang "selebritis akademik" dan "teoretikus fisika" yang termasyhur di dunia internasional.

Hawking sangat meyakini bahwa kehidupan ekstraterestrial itu memang ada, sehingga untuk membuktikannya ia menggunakan basis matematis sebagai asumsinya.

Hawking pernah berasumsi: "Menurut otak matematisku, angka menunjukan bahwa keberadaan alien sangatlah rasional. Tantangan terbesar adalah memperkirakan seperti apakah alien itu". Hawking sangat meyakini bahwa alien tidak hanya ada di planet-planet, tetapi juga berada di tempat lain, seperti di bintang atau mengapung di angkasa luas.

Dengan berbekal rumusan matematikanya, Hawking kemudian memperingati bahwa ada beberapa spesies alien yang mungkin memiliki peradaban yang sangat maju dan dapat mengancam Bumi ini dan hubungan dengan spesies seperti itu, dapat membahayakan seluruh umat manusia. Ia mengatakan, "Jika alien mengunjungi kita, hasilnya akan sama seperti ketika Columbus mendarat di Amerika, yang tidak berakhir baik bagi penduduk asli Amerika".

Hawking juga pernah menyarankan bahwa daripada mencoba menghubungi alien, sebaiknya kita menghindari hubungan dengan mereka (Sumber: Hawking warns over alien beings". BBC News. 25 April 2010. Diakses tanggal 12 Desember 2015, pada pukul 06.34 Wita).

Masa Kecil Hawking Terkenal Lamban
Stephen Hawking lahir di Oxford, Britania Raya pada tanggal pada 8 Januari 1942 dari pasangan Dr. Frank Hawking, seorang biolog, dan ibunya yang bernama Isobel Hawking.

Hawking memiliki dua saudara kandung, yaitu Philippa dan Mary, dan saudara seorang adopsi, bernama Edward. Orang tua Hawking tinggal di North London dan pindah ke Oxford ketika ibu Hawking mengandung dirinya untuk mencari tempat yang lebih aman. (London saat itu berada dibawah serangan Luftwaffe Jerman).

Setelah Hawking dilahirkan, keluarga mereka kembali ke London. Ayahnya lalu menjadi kepala divisi parasitologi di National Institute for Medical Research.

Pada tahun 1950, Hawking dan keluarganya pindah ke St Albans, Hertfordshire. Di sana ia bersekolah di St Albans High School for Girls dari tahun 1950 hingga tahun 1953 (pada masa itu, laki-laki dapat masuk ke sekolah perempuan hingga usia sepuluh tahun). Dari usia 11 tahun, Hawking bersekolah di St Albans School.

Hawking mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis ketika ia berumur 8 hingga 12 tahun. Bahkan teman-teman sekolah Hawking pernah bertaruh sekantong permen, bahwa Hawking kelak tak akan mempunyai masa depan dan tidak akan menjadi apa-apa.

Perjalanan Menuju Kesuksesan
Dalam perkembangan selanjutnya, Hawking selalu tertarik pada ilmu pengetahuan. Ia bahkan terinspirasi dari guru matematikanya yang bernama Dikran Tahta, yaitu dalam mempelajari matematika di Universitas.

Setelah lulus dari sekolah, Hawking pun melanjutkan pendidikan akademiknya ke Universitas Oxford, tempat dimana ayahnya dulu bersekolah, dan mengambil jurusan spesialisasi fisika.

Setelah menerima gelar Bachelor di Oxford pada tahun 1962, ia masih tetap tinggal di Oxford untuk memperlajari anatomi. Namun, ia memutuskan untuk keluar karena materi pembelajaran tidak cocok dengannya. Hawking pun masuk di Trinity Hall, Cambridge, untuk mempelajari astronomi teoritis dan ilmu kosmologi.

Dari pengetahuan yang ia dapatkan, ia pun dapat membuat teori-teori yang banyak membantu dunia sains. Namun akhirnya Hawking memilih untuk pergi meninggalkan sekolah ketika ia menyadari bahwa mempelajari bintik matahari tidak sesuai untuknya, dan Hawking lebih tertarik pada teori daripada sekedar observasi saja.

Segera setelah tiba di Cambridge, gejala sklerosis lateral amiotrofik (ALS) selanjutnya membuat Hawking kehilangan hampir seluruh kendali, dimana neuromuskularnya mulai muncul.

Pada tahun 1974, Hawking tidak mampu makan atau bangun tidur sendiri. Suaranya menjadi tidak jelas sehingga hanya dapat dimengerti oleh orang yang telah mengenalnya dengan baik dan lebih dekat dengan kehidupannya.

Pada tahun 1985, Hawking terkena penyakit pneumonia dan harus dilakukan trakeostomi sehingga dia pun tidak dapat berbicara sama sekali. Seorang ilmuwan Cambridge membuat alat yang memperbolehkan Hawking menulis apa yang ingin dia katakana melalui sebuah komputer, lalu dilafalkan melalui sebuah voice synthesizer.

Hawking menikah dengan Jane Wilde, seorang murid bahasanya, pada tahun 1965. Jane Hawking mengurusnya hingga perceraian mereka pada tahun 1991. Alasan mereka bercerai dikarenakan tekanan ketenaran dan meningkatnya kecacatan Hawking. Mereka telah dikaruniai tiga anak: Robert (lahir tahun 1967), Lucy (lahir tahun 1969), dan Timothy (lahir tahun 1979).

Pada tahun 1995 Hawking lalu menikahi perawatnya, Elaine Mason (yang sebelumnya sudah menikah dengan David Mason, perancang komputer bicara Hawking). Namun tepatnya pada bulan Oktober tahun 2006, Hawking meminta bercerai dari istri keduanya ini.

Ketika ditanyakan mengenai IQnya pada tahun 2004, Hawking hanya menjawab, "Saya tidak tahu. Orang yang membanggakan IQ-nya adalah seorang pecundang”.

Dalam perkembangan selanjutnya, Hawking kemudian memilih kepercayaan agnostik sebagai agamanya. Hawking telah menggunakan kata "Tuhan" (secara metaforis) untuk menggambarkan poin-poin dalam buku-buku dan pidatonya.

Mantan istrinya, Jane, menyatakan saat dilangsungkan proses perceraian, Hawking adalah seorang atheis. Hawking menyatakan bahwa ia "tidak religius secara akal sehat" dan ia percaya bahwa: “Alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan. Hukum tersebut mungkin dibuat oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak melakukan intervensi untuk melanggar hukum".

Hawking selanjutnya membandingkan agama dan ilmu pengetahuan pada tahun 2010, dan menyatakan: "Terdapat perbedaan mendasar antara agama, yang berdasarkan pada otoritas, (dan) ilmu pengetahuan, yang berdasarkan pada observasi dan alasan. Ilmu pengetahuan akan menang karena memang terbukti".

Pada bulan September 2010, The Telegraph melaporkan bahwa Stephen Hawking telah menyatakan dengan tegas dan penuh percaya diri bahwa Tuhan bukanlah pencipta alam semesta.

Hawking menulis dalam bukunya yang berjudul: The Grand Design, bahwa.. "Karena adanya hukum seperti gravitasi, tata surya dapat dan akan membentuk dirinya sendiri. Penciptaan spontan adalah alasannya mengapa sekarang ada 'sesuatu' dan bukannya kehampaan, mengapa alam semesta ada dan kita ada. Tidak perlu memohon kepada Tuhan untuk memulai segalanya dan menggerakan alam semesta".

Tahun 2017, Hawking sempat meramal beberapa teknologi dan peradaban dunia di masa depan. Termasuk teknologi kecerdasan buatan atau umum disebut AI (artificial intelligence) yang sedang marak muncul di beberapa teknologi mutahkhir satu dekade belakang. Hawking memang terbilang vokal dalam menyoroti robot dan AI. Dia meyakini bahwa akan tiba waktu di mana AI sepenuhnya akan menjadi "makhluk" yang mengungguli bahkan menggantikan manusia.

Akhirnya tepat hari Rabu tanggal 14 Maret 2017 sang jenius fisika ini menghembuskan nafas terakhirnya. Perjalanan hidupnya sempat diangkat ke layar lebar dalam film "The Theory of Everything" yang tayang pada tahun 2014.

(Oleh: Abdy Busthan)

******
Dikutip dari buku:
Judul: Pendidikan Berbasis Goblok (hal 131-136)
Penulis: Abdy Busthan
Penerbit: Desna Life Ministry
Tahun Terbit: 2018
Alamat Penerbit: Kupang


SUARA.NABIRE - Normalnya jumlah gigi manusia itu antara 25-32 buah. Tapi apa yang terjadi jika ada manusia yang memiliki 232 gigi? Pastinya sungguh luar biasa.

Seorang remaja bernama Ashik Gavai yang berasal dari India menjadi perhatian para dokter gigi di India. Dokter sangat terkejut dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Bayangkan, bagaimana mungkin seseorang bisa memiliki 232 gigi, yang berarti 10 kali lipat lebih banyak daripada gigi orang pada umumnya.

Operasi pencabutan gigi anak ini berlangsung lancar. Menurut dokter, Ashik mengalami suatu kelainan pada gigi. Penyebabnya yaitu gigi mengalami kelebihan pertumbuhan hormon pada saat ia kecil, jadi gigi tumbuh secara abnormal.

Dan kelainan ini menyebabkan si penderita kesulitan mengunyah dan juga menelan makanan, karena letak giginya yang tidak beraturan.

Dokter percaya bahwa ini adalah rekor gigi terbanyak didunia yang pernah ditemukan.
Dan juga merupakan rekor operasi pencabutan gigi terbanyak yang pernah dilakukan dalam sejarah medis.


Ashik Gavai



SUARA.NABIRE - Pada dasarnya manusia normal memiliki skor IQ sekitar 100 hingga 120. Namun dalam realitas sesungguhnya, ada sekitar setengah persen dari populasi manusia di dunia yang IQ-nya di atas 140. Mereka memang sangat beruntung. Karena berbekal kecerdasannya, mereka mampu melakukan hal yang luar biasa.

Berikut daftar 10 orang yang masuk dalam jajaran IQ tertinggi di dunia, mulai dari urutan pertama hingga ke sepuluh:

1. William James Sidis ( IQ 250-300)

Diperkirakan William memiliki skor IQ antara seputaran angka yang fantastis yaitu: 250-300. Dia masuk Harvard ketika masih berumur 11 tahun untuk belajar matematika. Pada umur 2 tahun ia sudah terbiasa membaca New York Times di pagi hari dan bisa berbicara dengan ratusan bahasa . Ia juga mampu menulis buku tentang anatomi dan astronomi ketika masih berusia 8 tahun. Sayang, manusia paling pintar di bumi ini tidak hidup bahagia, memiliki sedikit teman dan meninggal di usia 46 tahun.

2. Terence Tao (IQ 230). 
Lahir pada 17 Juli 1975 di Australia dan dibesarkan di Shanghai. Orang tuanya adalah pasangan dokter dan guru. Ayahnya menceritakan bahwa Tao ketika umur dua tahun mampu mengajarkan aritmatika dan bahasa Inggris pada kerabat yang usianya lima tahun. Dia menjuarai berbagai olimpiade skala internasional sekaligus menjadi pemenang yang paling muda. Dengan kejeniusannya, dia mendapatkan banyak penghargaan seperti Australian of the Year, Clay Research Award, SASTRA Ramanujan Prize, Alan T. Waterman Award dan Crafoord. Pada tahun 2013, Tao telah menerbitkan lebih dari 250 makalah penelitian dan 17 buku.

3. Christopher Hirata (IQ 225). 
Pada tahun 1982 lalu, Hirata telah mencatatkan namanya di daftar orang-orang jenius dengan skor IQ 225. Pria super jenius ini telah meyelesaikan pelajaran kuliah sarjana ketika umur 12 tahun. Pada umur 16 tahun, dia sudah ikut bergabung dengan proyek NASA. Hirata memulai kelas doktornya di bidang astrofisika ketika umur 18 tahun.

4. Kim Ung-Yong (IQ 210). 
Kim sudah bisa berbicara lancar ketika masih berusia enam bulan. Pada tanggal 2 November 1967, di usia lima tahun, ia muncul pada acara di Fuji TV di Jepang dan membuat penonton terpukau karena mampu menyelesaikan soal matematika yang rumit. Sekarang ia bekerja di Universitas Nasional Chungbuk.

5. Christopher Michael Langan (IQ 195-210). 
Ia sempat disebut sebagai orang paling jenius di Amerika. Langan sudah berbicara lancar ketika berumur enam bulan, mampu membaca dengan baik ketika umur 3 tahun. Dia sangat jenius hingga mampu mencatat nilai sempurna dalam tes SAT meskipun dia sempat tidur ketika tes.

6. Kasparov (IQ 194). 
Dia menduduki peringkat 1 dunia di kejuaraan catur pada usia 22 tahun. Pada tahun 1996, Kasparov berhasil mengalahkan komputer Deep Blue milik IBM, meskipun setahun kemudian dia dikalahkan balik dengan komputer catur canggih ini. IQ yang dimiliki Kasparov dikabarkan mencapai 194 poin.

7 Marilyn Vos Savant (IQ 190). 
Perempuan berdarah Jerman-Italia ini memiliki IQ 190. Vos Savant adalah wanita yang jenius, dia aktif dalam dunia tulis-menulis dan mampu memberikan saran dan jawaban tentang pertanyaan apapun. Kolom mingguannya di majalah Parade yang berjudul 'Ask Marilyn' sangat terkenal. Dia menjawab berbagai pertanyaan sulit mulai dari teka- teki, pelajaran sekolah, logika dan lain-lain.

8. Leonardo Da Vinci (IQ 180). 
IQ yang dimiliki manusia jenius ini diperkirakan mencapai 180. Da Vinci adalah seorang ahli di bidang musik, matematika, arsitektur, geologi, kartografi dan seni. Mahakarya yang terkenal darinya adalah lukisan Monalisa dan Jamuan Terakhir.

9. Judit Polgar (IQ 170). 
Polgar adalah wanita asal Hungaria yang paling diakui di dunia catur. Dengan IQ supernya, ia mendapat predikat Grandmaster pada usia 15 tahun 4 bulan. Dia adalah wanita pertama yang mengalahkan juara catur dunia, Gary Kasparov.

10.
Albert Einstein (IQ 160-190). 
Siapa yang tidak kenal fisikawan jenius ini. Kejeniusannya mampu mengubah cara pandang ilmu fisika. Diperkirakan IQ-nya sekitar 160-190. Meskipun waktu kecil sempat dianggap sebagai anak yang bodoh, ternyata ia adalah salah satu manusia yang mampu mengubah dunia, bahkan juga bikin bom atom. (Red)


SUARA.NABIRE - Ilha da Queimada Grande alias Pulau Ular, adalah pulau kecil di sepanjang lepas pantai Brasil.

Pulau Ular ini adalah rumah bagi ular lancehead emas berbisa (Bothrops insularis) yang memiliki racun sangat mematikan, dan yang paling banyak menyebabkan kematian manusia dibandingkan jenis ular lain di wilayah Amerika Utara atau Selatan.

Ular tombak emas adalah salah satu dari banyak varietas di pulau itu; dengan hanya sejumlah kecil ular yang tidak berbisa.

Diperkirakan sekarang ada sekitar satu dan lima ular per meter persegi.

Untuk perlindungan manusia, Pulau Ular benar-benar terlarang bagi publik



SUARA.NABIRE - Seorang ayah dari Afghanistan, yang tidak sanggup memenuhi kebutuhan hidupnya, terpaksa menjual putrinya sendiri kepada seorang ulama berusia 55 tahun, demi untuk mendapatkan seekor kambing dan makanan. Rekaman yang dilakukan di Internet menunjukkan saat wanita setempat memukulinya.



PBB, Uni Eropa dan bahkan media menutup mata terhadap pelanggaran brutal terhadap hak-hak perempuan, anak-anak dan minoritas di dunia Arab, Afrika, dan Asia.

Diperkirakan 12 juta anak perempuan di bawah 18 tahun menikah setiap tahun. Anak perempuan yang menikah sebelum berusia 18 tahun lebih kecil kemungkinannya untuk tetap bersekolah dan lebih mungkin mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Fenomena ini harus menjadi perhatian semua pihak agar segala solusi sedapat mungkin harus dilakukan untuk melindungi anak-anak yang rentan ini.

Diterjemahkan dari: www.thepolitics.online


1. Dia Menulis Esai Tentang Kentut
Saat tinggal di luar negeri sebagai Duta Besar Amerika Serikat untuk Prancis pada 1781, Franklin menulis esai terkenal "Kentut Bangga," yang juga dikenal sebagai "Surat kepada Akademi Kerajaan tentang kentut" dan "Ke Akademi Kerajaan Kentut." Franklin mengirim surat kepada Richard Price, seorang filsuf Welsh dan menteri Unitarian, dan kepada teman-temannya. Dalam esai, Franklin mengusulkan bahwa harus ada studi ilmiah yang dilakukan pada kentut dan bahwa para peneliti harus mengembangkan obat untuk membuat tindakan kentut kurang ofensif. Dia menulis, sebagian: "Secara universal dikenal, bahwa dalam mencerna makanan kita bersama, ada diciptakan atau diproduksi di dalam perut makhluk manusia, sejumlah besar angin. Bahwa udara ini memungkinkan untuk melarikan diri dan bercampur dengan atmosfer , biasanya menyinggung perusahaan,

2. Duduk Telanjang Depan Jendela Terbuka 
Franklin berpikir bahwa ketelanjangan itu baik untuk kesehatan seseorang, jadi dia secara teratur "mandi udara" untuk mengusir penyakit. Dia juga menolak teori bahwa cuaca dingin berkontribusi pada orang yang terkena flu biasa, dan sebaliknya percaya bahwa orang jatuh sakit di musim dingin karena terkurung dalam jarak dekat yang memudahkan kuman membusuk dan berkembang biak. Untuk meningkatkan sirkulasi udara di rumahnya, dia membuka jendela dan duduk di depan tanpa pakaian

3. Pemain Seks
Franklin memiliki kehidupan seks yang kuat dan mungkin telah menjadi ayah dari 15 anak haram. Dalam esainya, "Nasihat tentang Pilihan Nyonya," ia menyarankan agar para pria muda memilih wanita yang lebih tua sebagai kekasih, di antara hal-hal lain, mereka akan "bersyukur" atas perhatiannya. Dia juga mencatat bahwa seseorang tidak memperhatikan usia wanita dalam kegelapan. Franklin menikah selama 38 tahun, tetapi dia memiliki banyak wanita simpanan. Beberapa teman wanitanya hanya berteman sementara yang lain adalah pasangan seksual. Dia berbicara tentang kerelaannya yang sering dalam otobiografinya, menulis: "gairah masa mudaku yang sulit diatur telah membuatku sering tergelitik dengan intrik-intrik perempuan rendahan yang menghalangi jalanku." Dan selera seksualnya tidak berkurang dengan usia paruh baya - Franklin sering ditemani oleh wanita yang lebih muda dari usia 50 dan seterusnya.

4. Mayat 10 (6 Anak) Ditemukan Di Ruang Bawah Tanahnya
Franklin tinggal di rumah Georgia berlantai empat di 36 Craven Street di London dari tahun 1757 hingga 1775. Ketika rumah itu diubah menjadi museum pada tahun 1998, seorang pekerja konstruksi menemukan sesuatu yang sangat aneh di ruang bawah tanah - tulang paha manusia mencuat dari lantai tanah. Polisi dipanggil untuk menyelidiki dan penggalian menyeluruh mengungkapkan sekitar 1.200 potongan tulang milik 10 orang, enam di antaranya adalah anak-anak. Semua tulang berusia lebih dari 200 tahun, dan sebagian besar telah digergaji atau dibor. Tidak, jangan khawatir, Franklin bukan pembunuh berantai. Ketika dia tinggal di London, dia berteman dengan seorang pria bernama William Hewson, mantan mahasiswa ahli anatomi William Hunter. Para ahli percaya Hewson menggunakan ruang bawah tanah Franklin sebagai lab anatomi pribadinya. Namun tidak jelas,

5. Dia tidak pernah mematenkan penemuannya
Benjamin Franklin bisa menghasilkan banyak uang dari penemuannya, tetapi dia memutuskan untuk tidak mematenkannya karena dia percaya bahwa ide-idenya harus digunakan secara bebas oleh publik. Dalam benaknya, mereka dimaksudkan untuk membuat kehidupan sehari-hari lebih sederhana, sehingga setiap orang pantas memiliki akses ke penemuannya. Dia menjelaskan dalam otobiografinya: “Ketika kita menikmati keuntungan dari penemuan orang lain, kita seharusnya senang mendapat kesempatan untuk melayani orang lain dengan penemuan kita apa pun; dan ini harus kita lakukan dengan bebas dan murah hati.

6. Dia Hanya Menempuh Pendidikan Dua Tahun Sekolah, Tapi Memiliki Gelar Kehormatan Dari Harvard, Yale, dan Oxford
Franklin hanya memiliki dua tahun pendidikan formal, yang dia terima saat menghadiri Boston Latin School. Dia akhirnya meninggalkan sekolah untuk membantu keluarganya membuat sabun dan lilin, setelah itu dia bergabung dengan saudaranya, James, sebagai murid magang di sebuah toko percetakan ketika dia berusia 12 tahun. Dia sangat haus akan pengetahuan dan menghabiskan gajinya yang sedikit untuk buku, kadang-kadang bahkan tidak makan untuk membelinya. Karena itu, Franklin menjadi dikenal sebagai penulis, pencetak, politisi, kepala kantor pos, ilmuwan, penemu, aktivis, negarawan, dan diplomat. Dan dalam hampir semua kasus dia belajar sendiri. Franklin adalah salah satu pendiri Universitas Pennsylvania dan dianugerahi gelar kehormatan dari Harvard, Yale, College of William and Mary, University of St. Andrews, dan Oxford.

7. Dia Menciptakan Relawan Pemadam Kebakaran Pertama Di Amerika Serikat
Franklin melakukan banyak hal untuk membantu orang lain, termasuk menciptakan pemadam kebakaran sukarela pertama di Amerika Serikat. Dia percaya bahwa metode pencegahan kebakaran perlu diperbaiki dan bahkan menerbitkan beberapa artikel di Pennsylvania Gazette tentang masalah ini. Akibatnya, pada 1736, Perusahaan Pemadam Kebakaran Union dibentuk, dan bahkan dikenal sebagai Bucket Brigade milik Benjamin Franklin.

8. Dia Adalah Selebriti Pertama Amerika
Pada pertengahan 1700-an, Amerika hanya blip pada radar dunia. Kebanyakan musisi, seniman, dan ilmuwan terkenal tinggal di Eropa, tetapi Franklin adalah seorang pria Renaisans yang membuat nama untuk dirinya sendiri di luar negeri dengan penemuan ilmiah, tulisannya, dan perannya sebagai duta besar. Orang Prancis khususnya terobsesi dengan pria gemuk yang mengenakan kacamata. Mereka menggunakan gambarnya di kotak tembakau dan barang-barang lainnya, dan ukiran Franklin digantung di apartemen mereka. Ketika dia meninggal, otobiografinya awalnya diterbitkan dalam bahasa Prancis.

9. Dia Adalah Jenderal Kepala Kantor Pos Pertama Amerika Serikat
Franklin adalah anggota Kongres Kontinental Kedua, yang mengangkatnya sebagai Postmaster General pada 26 Juli 1775. Dia diberikan wewenang untuk menyewa postmaster dan bertanggung jawab atas semua kantor pos antara Massachusetts dan Georgia. Sebelum itu, ia pernah menjadi kepala kantor pos untuk koloni-koloni saat berada di bawah kekuasaan Inggris. Di antara tugas-tugas lain, ia mensurvei jalan dan kantor pos, mengembangkan metode akuntansi sederhana untuk postmaster, dan menugasi pengendara dengan membawa surat baik di siang hari dan di malam hari

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.