Rilis Terbaru


SUARA.NABIRE - Diduga mengalami pencurian dengan kekerasan, seorang kakek bernama Kari (81 Tahun) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya yang terletak di Jalan Jayanti, depan Perumahan Pemda, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, pada hari Sabtu (10/04/2021), sekitar Pukul 08.00 WIT 

Menurut keterangan anak kandung korban, IP (41 Tahun), sekitar pukul 07.30 WIT dirinya melihat rumah yang terletak di depan rumahnya yakni yang dihuni oleh korban dalam keadaan terbuka dan melihat pintu kios juga dalam keadaan terbuka. Selanjutnya IP menyampaikan keadaan tersebut kepada suaminya YI (42 Tahun) untuk melihat kondisi rumah.

Tidak menunggu lama, YI kemudian bergegas menuju rumah tersebut dan melihat korban sudah dalam keadaan terduduk di pintu belakang rumah dengan kondisi luka pada bagian kepala dan karena kehabisan darah korban akhirnya meninggal dunia di tempat

Melihat keadaan tersebut YI langsung menghubungi Kepolisian Sektor Nabar via seluler, dan selang beberapa menit kemudian Gabungan piket fungsi Polres Nabire bersama Polsek Nabar tiba di TKP dan langsung mengamankan areal tempat kejadian perkara

Pada sekitar Pukul 09.43 WIT, identifikasi Polres Nabire tiba di TKP melakukan olah TKP di areal tempat kejadian dan langsung membawa Jenazah ke RSUD Nabire untuk di Visum

Dugaan awal, kejadian tersebut merupakan kasus Pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan Korban meninggal dunia dan mengalami luka dalam pada bagian kening atas, yang dikuatkan dugaan berdasarkan bukti alat cungkil (linggis) yang masih berada di sekitar TKP, serta beberapa ternak (ayam) yang hilang di kandang samping rumah korban.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian mengingat masih dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap alat bukti yang ada di TKP serta meminta keterangan dari para saksi. (Red)


SUARA.NABIRE - Selain menembak dua orang guru, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker juga membakar 3 Sekolah di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (8/04/21).

Kedua guru yang ditembak KKB bernama Oktovianus Rayo (43) dan Yonatan Raden (28). Keduanya merupakan guru yang bertugas di Kabupaten Puncak

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri saat ditemui di Jayapura pada Jumat (9/4/2021) pagi, membenarkan aksi pembakaran tiga sekolah tersebut pascapenembakan salah seorang guru bernama Oktovianus di Kampung Julukoma, Distrik Beoga.

Menurut Kapolda, pelaku yang terlibat adalah KKB pimpinan Sabinus Waker. ”Sekolah yang dibakar KKB meliputi SD Jambul, SMP Negeri 1 Beoga, dan SMA Negeri 1 Beoga. Para pelaku membakar ketiga sekolah ini pada pukul 18.15 WIT,” ungkap Kapolda Papua, Mathius.

Kapolda menambahkan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim ke Distrik Beoga untuk menindak tegas anggota KKB Sabinus Waker yang berasal dari Intan Jaya. Diketahui kelompok ini ke Beoga untuk bertemu dengan KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

”Kelompok ini berjumlah 75 orang dan menguasai senjata api. Tim kami akan berupaya menghentikan aksi KKB yang menyebabkan Beoga tidak kondusif,” ujar Kapolda

Sebelumnya, KKB pimpinan Sabinus Waker menembak Oktovianus yang berprofesi sebagai guru SD pada pukul 09.30 WIT di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Pak Guru berusia 42 tahun ini meninggal di tempat karena terkena dua tembakan di tubuhnya.

Sehari kemudian, tepatnya hari Jumat (9/04/21), KKB kembali menembak seorang guru lainnya, bernama Yonatan Raden (28 Tahun).

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal, penembakan KKB terhadap Yonatan Raden terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 16.45 WIT, dimana ketika itu korban bersama saksi JS menggunakan sepeda motor berboncengan menuju Kampung Ongolan untuk mengambil terpal guna membungkus jenazah Oktovianus Rayo yang berada di Puskesmas Beoga.

Namun setibanya mereka di ujung bandara, tiba-tiba KKB menembak mereka 2 kali sehingga keduanya berusaha menghindari tembakan dengan melaju menuju Kampung Ongolan.

Selang beberapa saat kemudian terdengar bunyi tembakan dari arah belakang Koramil. Selanjutnya personel gabungan melakukan tembakan balasan ke arah belakang Koramil.

Pada sekitar 18.30 WIT, korban Yonatan Rade kemudian ditemukan meninggal dunia pas di depan rumah JS di Kampung Ongolan. Personel gabungan kemudian mengevakuasi korban menuju Puskesmas Beoga guna mendapat penanganan medis.

Sekitar Pukul 19.10 WIT, aparat keamanan selanjutnya melakukan penyisiran dan akhirnya menemukan saksi JS di sebuah sungai yag terletak di ujung bandara dalam keadaan masih hidup. (Red)



SUARA.NABIRE - Dalam rangka meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nabire, kantor Pengadilan Negeri (PN) Nabire menggelar vaksinasi perdana, pada Jumat (9/04/21).

Kepala Pengadilan Negeri Nabire, Cita Savitri, S.H., M.H., kepada awak media ini mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu pihaknya sudah memasukkan seluruh identitas Pegawai Pengadilan Negeri Nabire untuk dilakukan vaksin. "Namun baru dua hari yang lalu kemudian direspon dan ternyata dilaksanakan pada hari ini," terang Savitri

Ditambahkan Savitri bahwa untuk vaksinasi perdana tersebut, seluruh pegawai Pengadilan Negeri Nabire merespon positif dan berkenan hadir untuk disuntik vaksin.

"Dari 36 Pegawai yang ada di Pengadilan Negeri Nabire, pada hari ini kami semua datang untuk merespon vaksinasi ini," ungkapnya.


Cita Savitri, S.H., M.H. (Kepala PN Nabire)

Ketika dikonfirmasi awak media terkait dengan adanya sanksi kepada pegawai yang menolak untuk di vaksin, Savitri mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan sanksi namun sebelumnya dilakukan sosialisasi dan himbauan tentang manfaat vaksinasi.

"Kami hanya menerangkan manfaat dari vaksin karena kami sebagai pimpinan sudah terlebih dulu di vaksin, sehingga kami memberikan pengarahan dan masukan agar mereka dapat mengerti pentingnya divaksin. Bukti nyata hari ini semua pegawai Pengadilan Negeri Nabire hadir untuk merespon vaksinasi ini dengan positif," demikian ungkap Savitri.

Pantauan awak media, kegiatan vaksinasi tersebut berlangsung aman serta dilakukan bersamaan dengan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire yang bertempat di Aula kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Jalan Merdeka No.50 Nabire, Papua. (Red)



SUARA.NABIRE - Sat Res Narkoba Polres Nabire menyerahkan Tersangka dan Barang Bukti Tahap II kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire untuk diteruskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Nabire yang terletak di Jalan Pipit Kelurahan Nabarua, Kabupaten Nabire, pada Kamis (08/04/21) siang.

Penyerahan tersangka berinisial USM alias D, seorang Narapidana Lapas Kelas II B Nabire, mengacu pada Surat Kepala Kejaksaan Negeri Nabire perihal Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara Pidana Penyalahgunaan Narkotika USM. Sehubungan dengan Laporan Polisi Nomor: LP / 01.a-K / I / 2021 / PAPUA / RES NBR, tanggal 02 Januari 2021. Sudah Lengkap (P21) Nomor : B-349 / R.1.17 / Enz.1 / 03 / 2021, tanggal 30 Maret 2021.

Serah Terima Tersangka dan Barang Bukti pada Tahap II tersebut dilaksanakan oleh Bripka Arham dan diterima oleh Ajun Jaksa Moh. F. Bihaqi, S.H yang disaksikan oleh Yuana Darma E.S.R, Brigadir Dedy S.T dan Briptu Riky Yusuf.

Adapun tersangka USM disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 144 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 144 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," demikian ungkap Kapolres Nabire melalui Kasat Res Narkoba, Iptu Agus Suprayitno, S.Sos saat pesan singkatnya. (Red-Humas Polres Nabire)

SUARA.NABIRE - Ikatan Pemuda Flobamora Kabupaten Nabire (IPFN) melaksanakan aksi penggalangan dana untuk korban banjir di NTT yang dipusatkan pada beberapa titik utama jantung kota Nabire, mulai dari lampu merah Kusuma FC, Tugu Cendrawasih dan lampu merah Pantai Nabire. 

Aksi penggalangan dana mulai dilaksanakan pada hari Rabu (7/04/21) dan direncanakan berakhir pada hari Sabtu (10/04/21), yang mana dalam kegiatan tersebut IPFN juga melibatkan komunitas dari Trip Gunung Darat Laut.

Kepada awak media ini, Ketua IPFN, Alfredo Manek, yang akrab disapa Bung Apeng, mengatakan bahwa kegiatan tersebut terlaksana atas inisiatif Pemuda dan Pemudi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Nabire.

"Kegitan penggalangan dana ini akan kami lakukan selama 3 hari, yang berlangsung mulai hari Rabu dan direncanakan berakhir pada hari Sabtu," ucap bung Apeng

Angota IPFN

Bung Apeng juga menambahkan bahwa untuk hari terakhir yang jatuh pada hari Sabtu nanti, agendanya akan dipusatkan di Caffe BT. 

"Disana kami akan melakukan Bazar musik yang melibatkan penyanyi-penyanyi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di Kabupaten Nabire, serta penyanyi-penyanyi lokal Nabire, dan sekalian dana yang kami dapat pada kegiatan penggalangan dana akan kami serahkan kepada kerukunan," terang Bung Apeng. 

Dijelaskan Bung Apeng bahwa nantinya Kerukunan akan menyalurkan dana tersebut langsung kepada saudara-saudara yang terkena musibah bencana alam di Nusa Tenggara Timur melalui Posko resmi tanggap Bencana alam Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bung Apeng (Ketua IPFN)

Ditempat yang sama, Wakil Ketua IPFN, Gerson Laleb, menambahkan bahwa penggalangan dana bantuan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan sangat penting dilakukan untuk membantu para korban yang terdampak. Dengan mematuhi protokol kesehatan memakai masker kami turun ke jalan.

“Dengan penggalangan donasi untuk Rakyat NTT ini, setidaknya mampu meringankan beban korban yang terkena bencana," beber Bung Gerson (sapaan akrab)

Lebih lanjut bung Gerson menegaskan bahwa hasil penggalangan dana akan terlebih dahulu dikumpulkan dan nantinya akan disalurkan ke posko resmi milik pemerintah NTT.

"Sekali lagi Terimakasih tak tak terhingga bagi warga Nabire, Polres Nabire, serta simpatisan yang telah menyumbangkan sebagian rejekinya, pedulinya dan tenanganya kepada warga di NTT, Tuhan memberkati kita semua," tutup bung Gerson mewakili seluruh anggota Ikatan Pemuda Flobamora Kabupaten Nabire. (Red)

Redaktur: Ika Putri


SUARA.NABIRE - Sesuai keputusan Pemerintah terkait dengan perlindungan sosial di tengah pandemi Covid-19, maka PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero siap memberikan stimulus listrik pada periode bulan April – Juni 2021.

“Stimulus ini adalah bantuan Pemerintah kepada masyarakat yang berdampak ditengah pandemi Covid-19,” demikian ungkap General Manager (GM) PT PLN Cabang Nabire, Robert Rumsaur di Nabire, pada Rabu (07/04/2021).

Dijelaskan Robert bahwa penerima stimulus listrik dengan skema perpanjangan diskon diantaranya adalah pelanggan subsidi dari masyarakat kurang mampu, yakni pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA. "Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat. Khususnya berkategori ekonomi lemah dan pemberiannya harus tepat sasaran," terang  Robert

Robert menambahkan bahwa stimulus sudah diberikan pemerintah sejak maret 2020 silam selama setahun ditengah pandemi hingga maret 2021, khususnya daya 450 VA untuk rumah tangga. Sehingga, pelanggan di Nabire yang mendapatkan gratis pembayaran selama satu Tahun sebanyak kurang lebih 4.000 ribu pelanggan.

"Penerima manfaaf terdiri dari dua jenis yakni yang memiliki meteran lama pasca bayar dan meteran baru pra bayar. teknis pembagian bantuan dalam bentuk stimulus yakni jika meteran lama, maka otomatis ketika rekening baru terbitkan otomatis langsung nihil," jelas Robert.

Sementara untuk listrik prabayar, kata Robert, diberikan berupa token gratis yang disiapkan oleh PLN. Pelanggan tinggal mengambil di kantor layanan. “Pemerintah melihat bantuan masih dibutuhkan masyarakat sehingga memperpanjang selama tiga bulan,” jelasnya.

Kendati demikian, menurut Robert terdapat presentase berbeda dalam pemberian untuk toga bulan ke depan. yakni untuk pelanggan 450 VA yang tadinya gratis hanya diberikan 50%. Untuk pelanggan 900 VA yang sebelumnya mendapat diskon 50%. di april sampai juni 2021 triwulan kedua mendapatkan diskon 20%.

"Misalkan daya 450 VA ketika rekening tagihan diterbitkan sebesar Rp 50.000, maka setelah di sistem otomatis menjadi Rp 25.000 dari diskon 50%. Jadi gratis yang dimaksud adalah 50%, kalau Tahun lalu memang tanpa biaya sama sekali," bebernya

Kepada pelanggan PLN di Nabire, Robert berharap agar bisa memanfaatkan bantuan pemerintah dengan baik. Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk ikut memelihara asset Negara khususnya PLN atau kelistrikan, yakni tagihan rekening lintrik jangan sampai menunggak terupata meter lama atau pasca bayar. Selain itu, jangan sampai terjadi pencurian aliran listrik sebab tentunta akan merugikan Negara.

“Kami harap bantuan ini dimanfaatkan. Juga harus rutin membayar dan tidak sampai menggunakan aliran secara illegal,” harap Rumsaur.

Pada tempat terpisah, salah satu pelanggan PLN di Kampung Bumi Raya, Sumarno, berterima kasih kepada bantuan yang diterima melalui pemberian gratis listrik. Ia mengakuh selama setahun hampir tidak membayar tagihan listriknya. (Red)

Redaktur: Tonchi Numberi

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.