Rilis Terbaru

Rektor Uswim, Drs. Petrus I Suripatty, M.Si. (Baju Putih) ketika ditemui awak media

SUARA.NABIRE - Menanggapi aksi demo yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan diri sebagai mahasiswa Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire, Rektor Uswim, Drs. Petrus I Suripatty, M.Si., mengatakan bahwa pihak rektorat tidak pernah menaikan uang kuliah, justru yang dilakukan adalah memberikan keringanan pembayaran kepada mahasiswa dengan cara menyicilnya sebanyak empat kali.

Demikian ditegaskan Suripatty di depan para pengunjuk rasa pada Senin (3/05/21). "Sampai sejauh ini kami tidak pernah menaikan uang kuliah, justru kami memberikan keringanan pembayaran kepada mahasiswa dengan cara menyicilnya sebanyak empat kali," ungkap Suripatty

Dijelaskannya bahwa sejak dari beberapa tahun lalu, biaya kuliah di kampus Uswim tetap dan tidak pernah ada wacana dari rektorat untuk menaikannya. Suripatty mengatakan justru pihak rektorat memberikan kemudahan kepada mahasiswa dengan tidak memaksa membayar sekaligus, tetapi mencicil sebanyak 4 kali.

"Sekali lagi kami tegaskan tidak ada kenaikan dan penurunan uang kuliah. Jika kalian mau menuntut biaya ini turun lagi, lantas siapa yang mau mengajar kalian? Siapa yang mau bekerja di kampus ini?" demikian tegas Suripatty di depan para pengunjuk rasa

Ketika dikonfirmasi usai menemui para pengunjuk rasa, Suripatty menegaskan kepada beberapa awak media bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengaku mahasiswa Uswim tersebut hanyalah dampak dari kejadian beberapa hari kemarin, dimana terdapat salah satu dari mahasiswa yang kedapatan mengambil uang dari kawan-kawannya dan mengaku membayar ke bank dengan membuat tanda validasi palsu. 

"Unjuk rasa itu hanya ingin mengalihkan isu saja. Beberapa hari lalu kan kami menangkap oknum mahasiswa yang membuat validasi palsu. Ada 62 Mahasiswa yang uangnya diambil dan dibuat validasi palsu. Logika sederhana saja, kenapa baru sekarang tuntut penurunan uang kuliah? Biaya kuliah ini kan sudah berjalan bertahun-tahun? Jadi, jangan alihkan isu hanya untuk menutupi hal yang salah," demikian tegas orang nomor satu di Kampus Uswim tersebut.  

Bahkan beberapa hari sebelum unjuk rasa terjadi, Suripaty mengaku bahwa dirinya juga mendapatkan pesan via Whatsapp yang berisi tentang ajakan kepada mahasiswa untuk melakukan aksi demo dengan dalil yang sengaja dibuat-buat.

"Ya, sebelum unjuk rasa hari ini kami sudah menerima pesan singkat yang isinya mengajak semua mahasiswa Uswim dari semester 1 sampai 9 untuk melakukan demo karena kata mereka dalam pesan itu pihak Rektorat menaikan uang semester. Padahal kenyataannya kami tidak pernah menaikan biaya kuliah. Dari dulu tetap begitu saja. Justru kami memahami kekurangan mahasiswa kami, sehingga memberikan keringanan pembayaran dengan 4 kali mencicil," demikian tutup Suripatty. (Red)


SUARA.NABIRE - PLT Kepala Kelurahan Morgo Kota Lama Nabire, Zet Duma Salu, melalui Sekretaris, A.A.P Renwarin, mengakui bahwa memang telah terjadi pergantian Ketua RT.01/RW.01 di kelurahan Morgo yang mana pergantiannya atas penunjukan langsung dari atas.

"Saya sendiri baru lihat SK pergantian Ketua RT 01 setelah ada PLT Lurah Morgo yang baru. Kalau saya tidak salah, saat itu PLT datang ke Kelurahan Morgo tanggal 17 Maret 2021 yang langsung diantar oleh pak Distrik bersama dengan surat penunjukannya," demikian ungkap Renwarin ketika dikonfirmasi awak media ini pada Kamis (29/04/21)

Setelah itu, lanjutnya, ia pun langsung menanyakan SK pergantian Ketua RT.01 kepada PLT Lurah Morgo tersebut, sehingga selang beberapa minggu kemudian, yakni pada hari Senin 12 April 2021, PLT Lurah kemudian menyerahkan SK pergantian Ketua RT.01/RW.01 di kelurahan Morgo tersebut

"Begitu saya lihat SK nya tertanggal 15 Oktober 2020. Saya langsung sampaikan kepada pak PLT, bapak dapat SK ini darimana?Lalu PLT mengatakan bahwa SK tersebut diberikan oleh pak Wakum," ucap Renwarin.

Ditambahkannya bahwa ketika SK pergantian Ketua RT itu dikonfirmasi kepada pak Wakum, selaku mantan Lurah Morgo yang lama, beliau menjawab memang benar SK tersebut diturunkan langsung dari atas 

Terkait SK tersebut Renwarin juga menjelaskan bahwa pihaknya juga langsung mempertanyakan ke kantor Bupati, mengingat SK itu turun tidak sesuai dengan permintaan pihak Kelurahan Morgo

"Karena SK itu dikeluarkan tidak sesuai dengan permintaan kami, maka pak PLT langsung menanyakan ke atas, karena saya masih ingat saat itu yang kami ajukan untuk pergantian Ketu RT adalah RT.2, RT.8, RT.5 dan RT.10. Untuk RT.2 dan RT.8 saat itu warganya minta pergantian Ketua RT karena alasan usia. Sementara RT.5 dan RT.10 alasannya adalah tinggal domisili di tempat lain, namun jadi RT di RT lain. Sehingga atas usulan warga, pergantian Ketua RT di keempat RT itu kami ajukan ke atas. Tapi yang turun justru tidak sesuai permintaan kami," demikian dijelaskan Renwarin

Dengan demikian, Renwarin berharap agar warga bisa bersabar dan menunggu tanggapan dari atas. Menurutnya, jika tanggapan dari atas memerintahkan pergantian Ketua RT, maka pihak Kelurahan Morgo akan memberikan hak sepenuhnya kepada warga untuk sendiri memilih Ketua RT nya.

"Jadi, sambil menunggu tanggapan dari atas, untuk sementara SK pergantian RT tersebut kami gunakan untuk melengkapi kebutuhan warga yang mendesak. Karena ada banyak kebutuhan masyarakat yang mendesak untuk diselesaikan. Misalnya pendataan bantuan sosial, Seperti TKS dan lain sebagainya," jelas Renwarin. 

Terkait urusan mendadak tersebut, Renwarin mengatakan bahwa rekan kerja Kelurahan pada tingkat bawah adalah RT. "Nah, untuk mengurus itu semua, kita mau panggil siapa? Kita mau panggil RT lama apakah mereka mau bersedia atau bagaimana? Otomatis mereka kan sudah tersinggung karna ada hal ini," pungkasnya. 

"Jadi sementara kita gunakan SK tersebut untuk menjawab kebutuhan warga yang mendesak, sambil menunggu jawaban dari atas" demikian tutup Renwarin selaku Sekretaris Kelurahan Morgo Kota Lama, Nabire. (Red)

Penulis: Mas Tonchi Numberi


SUARA.NABIRE - Sesosok mayat berjenis kelamin perempuan ditemukan warga di jalan Merpati Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, pada hari Senin (26/04/2021), sekitar Pukul 18.30 WIT.

Jasad tersebut diketahui bernama Nurmiati (61 Tahun) beragama Islam, yang selama ini tinggal di Jalan Merpati Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire.

Menurut keterangan seorang warga berinisial ID (42 Tahun) yang tinggal di jalan Surojotanoyo Kelurahan Karang Mulia, awalnya dirinya diberitahukan oleh HR (57 Tahun) bahwa ia melihat rumah korban sudah 3 hari tidak menyala lampu.

Selanjutnya ID dan HR bergegas ke rumah korban dan masuk ke dalam rumah dengan mencongkel jendela. Sesampainya di dalam rumah, mereka mencium bau yang tidak sedap dari arah dapur. 

Setelah keduanya mengecek arah bau tersebut ke dalam dapur rumah korban, mereka mendapati korban dalam keadaan terlentang di dapur dan sudah tak bernyawa dengan kondisi jasad yang mulai rusak.

Melihat itu, ID dan HR segera memberitahukan warga sekitar dan keluarga korban untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang Polres Nabire.

Pantauan awak media, sekitar Pukul 21.00 WIT, Unit Opsnal dari Polres Nabire yang dipimpin oleh Bripka Jaini bersama Briptu Erwin, tiba di TKP dan langsung melakukan olah TKP serta mengevakuasi korban ke RSUD Nabire.

Menurut keterangan warga sekitar, korban hidup sendiri kurang lebih 13 tahun dan selama hidupnya korban tidak pernah menikah serta tinggal sendiri di Nabire.

Hingga berita ini dipublikasikan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian karena masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (Red)

Redaktur: Ika Putri


Desentralisasi penyerahan Kekuasaan Pemerintahan oleh Pemerintah Pusat kepada daerah otonom berdasarkan Asas Otonomi. Pengertian ini sesuai dengan Undang-undang nomor 23 tahun 2014, dimana dengan adanya desentralisasi maka muncul otonomi bagi suatu pemerintahan daerah.

Provinsi Papua adalah Daerah Otonomi Khusus kewenangan khusus yang diakui dan diberikan kepada Provinsi Papua untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi dan hak-hak dasar masyarakat Papua melalui UU No 21 Ttg Otonomi Khusus Thn 2001 Khusus diberikan karena tuntutan Papua Merdeka oleh Rakyat Papua bukan kebijakan Jakarta.

Dalam kebijakan Pemerintah Indonesia secara sistematik masih mangantut sistem absolut yg terpusat secara kebijakan. Desentralisasi hanyalah simbol demokrasi pembangunan yg terhadap asas otonomi daerah, Negara ini tidak akan ada itikad baik dlm pembangunan yg terstruktur Mengapa? UU, Perpres PP, PERDA, PERGUB, PERBUP dll secara prosedur terstruktur tetapi secara kebijakan dan kekuasaan Pemerintah Pusat masih memakai sistem absolut yang otoriter.

Contoh evaluasi UU Otonomi Khusus No 21 Tahun 2021 dalam Pasal 77 adalah bunyinya:
"Usul perubahan atas Undang-undang ini dapat diajukan oleh rakyat Provinsi Papua melalui MRP dan DPRP kepada DPR atau Pemerintah sesuai dengan peraturan perundang-undangan". 
Tetapi kenyataannya adalah RDP dari MRP dibatasi oleh Maklumat Kapolda Papua hingga kegiatan dibubarkan di 5 wilayah Adat oleh Aparat. Ini salah satu contoh padahal UU Otsus pasal 77. Desentralisasi asas otonomi daerah dan Otonomi Khusus adalah bukti pembagian kekuasaan pemerintahan pusat kepada pemerintah provinsi dan kabupaten namun implementasinya ruang kebijakan dan demokrasi dibatasi oleh negara dalam proses pembangunan bangsa secara langsung dan tidak membunuh karakter dan massa depan orang Papua.

Pembangunan Papua harus memahami realitas sejarah kolonialisasi. Penindasan sistem tidak sekedar membersihkan sampah diselohkan tetapi memutuskan sistem yg menindas dan UU No 21 Ttg Otonomi Khusus Thn 2001 akan berakhir Rakyat sudah menolak tetapi Jakarta masih ngotot Perpanjangkan UU Otsus bahkan DPRP jalur Otsus sudah diduduki di Parlemen?

Berbicara pembangunan tidak sekedar bangun infrastruktur dan fasilitasnya tetapi pentingnya membangun manusia untuk melakukan proses pembangunan secara sadar, damai dan bermartabat atas hidup dan selama Otonomi Khusus berlaku 20 Tahun yang ada hanya kebijakan anggaran tanpa kewenangan kebijakan dan regulasi hukum lainya, Otonomi Khusus hanya menjadi racun bagi orang Papua.

Masalah sektoral lainnya lahir dari akar persoalan sejarah Politik Papua, Papua adalah daerah jajahan, Bangsa penjajah tidak ada perhatian untuk membangun manusia dan tanah bagi bangsa yang dijajahnya.

Beberapa bulan ke depan akan revisi UU Otonomi Khusus versi Mendagri, DPR RI dan Rakyat Papua melalui Petisi Rakyat Papua yang tergabung 107 Organisasi Sipil, Gerakan, Mahasiswa, Perempuan dan Pemuda menolak Perpanjangan Otonomi Khusus dan Saya berpendapat bahwa dalam proses pembangunan dan penyelesaian konflik Papua Pemerintah Pusat Jakarta: 
  • Harus optimalkan desentralisasi kekuasaan, kebijakan dan regulasi hukum kepada pemerintah daerah dalam menjalankan proses Pembangunan sesuai kebutuhan daerah yang bebas dan berkelanjutan ditanah Papua 
  • Dalam pembahasan Otsus Pemerintah Pusat harus kembali pada UU Otsus pasal 77 agar Rakyat Papua menyampaikan aspirasinya secara demokratis tanpa paksaan oleh Jakarta apapun itu kesimpulannya. 
  • Persoalan sejarah Politik Papua harus diselesaikan agar konflik tidak berkepanjangan. 
  • Presiden Joko Widodo menepati janjinya pada 30 September 2019 yang menyatakan siap “berdialog dengan kelompok pro-referendum Papua, ULMWP.”

Oleh. Bernardo Boma
Penulis adalah Ketua DPD KNPI Kabupaten Dogiyai Periode 2019 - 2022 dan juga Eks Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua.

Referensi :
(1) UU No 21 Tentang Otonomi Khusus Provinsi Papua Tahun 2021
(2) https://id.m.wikipedia.org/wiki/Desentralisasi
(3) Seruan Gembala Dewan Gereja Papua 2021


SUARA.NABIRE - Ikatan Pelajar Mahasiswa Deiyai (IPMADEI) kota studi Yogyakarta dan Solo menggelar Hari Ulang Tahun ke-12 di Asrama Ipmanapandode Deiyai Woogada Wokebada dengan melaksanakan ibadah versi Kristen Katolik yang dipimpin senioritas, Anselmus Gobay,S.T, pada Kamis (15/04/21).

Ibadah berlangsung dengan tema: “Melalui Mimpi Merajut Kebersamaan" (1 Korinstus 13-9). Anselmus Gobay dalam renungannya menjelaskan tentang saling mengasihi terhadap sesama tanpa memandang wilayah, suku, ras dan agama.

"Dengan kemurahan-Nya, jangan sekali-kali membangun sikap egoisme dalam diri sendiri karena akan membawa kepada jalan kegelapan. Lebih baik mari kita saling mengasihi terhadap teman sahabat dan kepada keluarga, maupun orang tua," jelas Anselmus

Anselmus juga mengajak agar melalui momen Hut Ipmadei yang ke-12 tersebut, seluruh anggota bisa lebih meningkatkan sikap saling mengasihi antara satu dengan lainnya. "Yang junioritas harus menghormati senioritas dan bisa belajar banyak dengan kaka-kaka yang lebih berpengalaman," ungkapnya

Pada tempat yang sama, Ketua Panitia, Karolus Dogopia, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh anggota maupun rekan-rekan asrama yang sudah bekerja sama dalam pencarian dana dalam menyukseskan acara Hut tersebut.

"Kita semua yang hadir disini adalah satu kesatuan tanpa memandang sa gunung dan ko pantai. Tetapi kita adalah satu Papua,” tutur Karolus.

Hal senada juga disampaikan oleh Amos Pekei, selaku Badan Pengurus Harian IPMADEI, dimana dirinya sangat salut kepada Panitia Hut IPMADEI yang telah menyukseskan acara tersebut dengan dana seadanya.

Ucapan yang sama juga diungkapkan Jefri Kotouki, selaku Badan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Mahasiswa dan Pelajar Deiyai se-Jawa Bali (FORKOPMADE). Jefri mengharapkan agar seluruh panitia bersama dengan anggota tetap dalam tali kekompakan organisasi Ipmadei. "Jika bukan kita siapa lagi yang akan membangun dalam organisasi ini," ungkapnya

Etha Nawipa selaku Badan Pengurus Pusat Ipmanapandode Jogja dan Solo jelas Etha Nawipa menambahkan bahwa seluruh anggota tetap dalam roda organisasi sesuai tema dan sub tema perayaan Hut IPMADEI ke-12. "Tetap semangat, sukses dalam bidang apa pun," ucapnya.

Menutup rangkaian sambutan, salah satu partisipasan kota studi Semarang Salatiga menyampaikan rasa salutnya kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan acara tersebut. "Tetap dalam kebersamaan dan selalu baku menjaga hingga kelak kembali ke tanah air kita nanti," tutupnya. (Red)

SUARA.NABIRE - Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Nabire, Muhammad Rizal, SH., MH., menerima suntikan Vaksin Covid-19 sebagai langkah pencegahan penyebaran Covid-19, pada Jumat (9/04/21), di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Jalan Merdeka No.50 Nabire, Papua.

Kajari Nabire beserta 27 pegawai di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire melaksanakan vaksinasi perdana bersamaan dengan 36 orang pegawai dari kantor Pengadilan Negeri Nabire.

"Hari ini kami Kejari Nabire mendapatkan jatah dari Pemerintah Daerah untuk melakukan vaksin, yang kebetulan berbarengan dengan kantor Pengadilan Negeri Nabire. Jadi serentak dua instansi yang dilaksanakan pada hari ini," demikian jelas Kajari Rizal ketika ditemui awak media ini

Kepada awak media Rizal membeberkan bahwa dari total kurang lebih 27 pegawai Kejari Nabire, yang sudah mendaftar untuk divaksin kurang lebih 80 persen. "Dan kami tetap akan memaksimalkan semua pegawai untuk wajib mengikuti vaksin," jelasnya.

Ditambahkan Rizal bahwa pihaknya sudah menghimbau agar semua pegawai wajib melaksanakan vaksin, dan pada umumnya semua pegawai sudah menyatakan bersedia.

"Ini adalah tahap perdana vaksinasi untuk Kejari Nabire, tentu beberapa hari lagi akan diagendakan untuk tahap kedua. Dan sebagai program Nasional, maka tentu kami di daerah harus mendukung penuh program pemerintah terkait dengan pelaksanaan vaksinasi ini," ungkap Rizal.

Usai disuntik vaksin, Rizal menghimbau agar seluruh masyararakat khusus di Kabupaten Nabire agar tidak perlu takut untuk ikut melaksanakan vaksinasi dikarenakan sudah memiliki persyaratan ijin dari BPOM.

“Masyarakat tidak perlu khawatir. Saya mengimbau segera untuk melaksanakan vaksin ini sebagai bentuk pencegahan penularan Virus Covid-19 dan untuk memutus rantai penularan Covid-19, selain tetap menerapkan Protokol Kesehatan, dilakukannya pemberian Vaksin Covid-19 untuk meningkatkan antibodi tubuh," pesan Rizal

Menutup penjelasannya, Rizal berharap kegiatan vaksinasi tersebut tidak berhenti dan tidak hanya menjadi sebatas program saja, tetapi nantinya akan berlanjut kepada masyarakat secara massal.

"Karena ini bukan lagi menjadi kebutuhan orang per orang tetapi sudah menjadi kebutuhan massal untuk semua warga, terutama untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah terserang Covid-19, maka harapan kami ini tidak berhenti dan tidak hanya menjadi sebatas program saja, tetapi nantinya akan berlanjut kepada masyarakat secara massal," demikian tutup Kepala Kejaksaan Negeri Nabire, Muhammad Rizal, SH., MH. (red)

GALERI FOTO:




SUARA.NABIRE - Diduga mengalami pencurian dengan kekerasan, seorang kakek bernama Kari (81 Tahun) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya yang terletak di Jalan Jayanti, depan Perumahan Pemda, Kelurahan Bumi Wonorejo, Kabupaten Nabire, pada hari Sabtu (10/04/2021), sekitar Pukul 08.00 WIT 

Menurut keterangan anak kandung korban, IP (41 Tahun), sekitar pukul 07.30 WIT dirinya melihat rumah yang terletak di depan rumahnya yakni yang dihuni oleh korban dalam keadaan terbuka dan melihat pintu kios juga dalam keadaan terbuka. Selanjutnya IP menyampaikan keadaan tersebut kepada suaminya YI (42 Tahun) untuk melihat kondisi rumah.

Tidak menunggu lama, YI kemudian bergegas menuju rumah tersebut dan melihat korban sudah dalam keadaan terduduk di pintu belakang rumah dengan kondisi luka pada bagian kepala dan karena kehabisan darah korban akhirnya meninggal dunia di tempat

Melihat keadaan tersebut YI langsung menghubungi Kepolisian Sektor Nabar via seluler, dan selang beberapa menit kemudian Gabungan piket fungsi Polres Nabire bersama Polsek Nabar tiba di TKP dan langsung mengamankan areal tempat kejadian perkara

Pada sekitar Pukul 09.43 WIT, identifikasi Polres Nabire tiba di TKP melakukan olah TKP di areal tempat kejadian dan langsung membawa Jenazah ke RSUD Nabire untuk di Visum

Dugaan awal, kejadian tersebut merupakan kasus Pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan Korban meninggal dunia dan mengalami luka dalam pada bagian kening atas, yang dikuatkan dugaan berdasarkan bukti alat cungkil (linggis) yang masih berada di sekitar TKP, serta beberapa ternak (ayam) yang hilang di kandang samping rumah korban.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian mengingat masih dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap alat bukti yang ada di TKP serta meminta keterangan dari para saksi. (Red)


SUARA.NABIRE - Selain menembak dua orang guru, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker juga membakar 3 Sekolah di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pada Kamis (8/04/21).

Kedua guru yang ditembak KKB bernama Oktovianus Rayo (43) dan Yonatan Raden (28). Keduanya merupakan guru yang bertugas di Kabupaten Puncak

Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Mathius Fakhiri saat ditemui di Jayapura pada Jumat (9/4/2021) pagi, membenarkan aksi pembakaran tiga sekolah tersebut pascapenembakan salah seorang guru bernama Oktovianus di Kampung Julukoma, Distrik Beoga.

Menurut Kapolda, pelaku yang terlibat adalah KKB pimpinan Sabinus Waker. ”Sekolah yang dibakar KKB meliputi SD Jambul, SMP Negeri 1 Beoga, dan SMA Negeri 1 Beoga. Para pelaku membakar ketiga sekolah ini pada pukul 18.15 WIT,” ungkap Kapolda Papua, Mathius.

Kapolda menambahkan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim ke Distrik Beoga untuk menindak tegas anggota KKB Sabinus Waker yang berasal dari Intan Jaya. Diketahui kelompok ini ke Beoga untuk bertemu dengan KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

”Kelompok ini berjumlah 75 orang dan menguasai senjata api. Tim kami akan berupaya menghentikan aksi KKB yang menyebabkan Beoga tidak kondusif,” ujar Kapolda

Sebelumnya, KKB pimpinan Sabinus Waker menembak Oktovianus yang berprofesi sebagai guru SD pada pukul 09.30 WIT di Kampung Julukoma, Distrik Beoga. Pak Guru berusia 42 tahun ini meninggal di tempat karena terkena dua tembakan di tubuhnya.

Sehari kemudian, tepatnya hari Jumat (9/04/21), KKB kembali menembak seorang guru lainnya, bernama Yonatan Raden (28 Tahun).

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Musthofa Kamal, penembakan KKB terhadap Yonatan Raden terjadi pada hari Jumat sekitar pukul 16.45 WIT, dimana ketika itu korban bersama saksi JS menggunakan sepeda motor berboncengan menuju Kampung Ongolan untuk mengambil terpal guna membungkus jenazah Oktovianus Rayo yang berada di Puskesmas Beoga.

Namun setibanya mereka di ujung bandara, tiba-tiba KKB menembak mereka 2 kali sehingga keduanya berusaha menghindari tembakan dengan melaju menuju Kampung Ongolan.

Selang beberapa saat kemudian terdengar bunyi tembakan dari arah belakang Koramil. Selanjutnya personel gabungan melakukan tembakan balasan ke arah belakang Koramil.

Pada sekitar 18.30 WIT, korban Yonatan Rade kemudian ditemukan meninggal dunia pas di depan rumah JS di Kampung Ongolan. Personel gabungan kemudian mengevakuasi korban menuju Puskesmas Beoga guna mendapat penanganan medis.

Sekitar Pukul 19.10 WIT, aparat keamanan selanjutnya melakukan penyisiran dan akhirnya menemukan saksi JS di sebuah sungai yag terletak di ujung bandara dalam keadaan masih hidup. (Red)



SUARA.NABIRE - Dalam rangka meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Nabire, kantor Pengadilan Negeri (PN) Nabire menggelar vaksinasi perdana, pada Jumat (9/04/21).

Kepala Pengadilan Negeri Nabire, Cita Savitri, S.H., M.H., kepada awak media ini mengatakan bahwa beberapa bulan yang lalu pihaknya sudah memasukkan seluruh identitas Pegawai Pengadilan Negeri Nabire untuk dilakukan vaksin. "Namun baru dua hari yang lalu kemudian direspon dan ternyata dilaksanakan pada hari ini," terang Savitri

Ditambahkan Savitri bahwa untuk vaksinasi perdana tersebut, seluruh pegawai Pengadilan Negeri Nabire merespon positif dan berkenan hadir untuk disuntik vaksin.

"Dari 36 Pegawai yang ada di Pengadilan Negeri Nabire, pada hari ini kami semua datang untuk merespon vaksinasi ini," ungkapnya.


Cita Savitri, S.H., M.H. (Kepala PN Nabire)

Ketika dikonfirmasi awak media terkait dengan adanya sanksi kepada pegawai yang menolak untuk di vaksin, Savitri mengatakan bahwa pihaknya tidak memberikan sanksi namun sebelumnya dilakukan sosialisasi dan himbauan tentang manfaat vaksinasi.

"Kami hanya menerangkan manfaat dari vaksin karena kami sebagai pimpinan sudah terlebih dulu di vaksin, sehingga kami memberikan pengarahan dan masukan agar mereka dapat mengerti pentingnya divaksin. Bukti nyata hari ini semua pegawai Pengadilan Negeri Nabire hadir untuk merespon vaksinasi ini dengan positif," demikian ungkap Savitri.

Pantauan awak media, kegiatan vaksinasi tersebut berlangsung aman serta dilakukan bersamaan dengan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire yang bertempat di Aula kantor Kejaksaan Negeri Nabire, Jalan Merdeka No.50 Nabire, Papua. (Red)



SUARA.NABIRE - Sat Res Narkoba Polres Nabire menyerahkan Tersangka dan Barang Bukti Tahap II kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire untuk diteruskan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Nabire yang terletak di Jalan Pipit Kelurahan Nabarua, Kabupaten Nabire, pada Kamis (08/04/21) siang.

Penyerahan tersangka berinisial USM alias D, seorang Narapidana Lapas Kelas II B Nabire, mengacu pada Surat Kepala Kejaksaan Negeri Nabire perihal Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan Perkara Pidana Penyalahgunaan Narkotika USM. Sehubungan dengan Laporan Polisi Nomor: LP / 01.a-K / I / 2021 / PAPUA / RES NBR, tanggal 02 Januari 2021. Sudah Lengkap (P21) Nomor : B-349 / R.1.17 / Enz.1 / 03 / 2021, tanggal 30 Maret 2021.

Serah Terima Tersangka dan Barang Bukti pada Tahap II tersebut dilaksanakan oleh Bripka Arham dan diterima oleh Ajun Jaksa Moh. F. Bihaqi, S.H yang disaksikan oleh Yuana Darma E.S.R, Brigadir Dedy S.T dan Briptu Riky Yusuf.

Adapun tersangka USM disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 144 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, atau Pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 144 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

"Dengan hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara," demikian ungkap Kapolres Nabire melalui Kasat Res Narkoba, Iptu Agus Suprayitno, S.Sos saat pesan singkatnya. (Red-Humas Polres Nabire)

SUARA.NABIRE - Ikatan Pemuda Flobamora Kabupaten Nabire (IPFN) melaksanakan aksi penggalangan dana untuk korban banjir di NTT yang dipusatkan pada beberapa titik utama jantung kota Nabire, mulai dari lampu merah Kusuma FC, Tugu Cendrawasih dan lampu merah Pantai Nabire. 

Aksi penggalangan dana mulai dilaksanakan pada hari Rabu (7/04/21) dan direncanakan berakhir pada hari Sabtu (10/04/21), yang mana dalam kegiatan tersebut IPFN juga melibatkan komunitas dari Trip Gunung Darat Laut.

Kepada awak media ini, Ketua IPFN, Alfredo Manek, yang akrab disapa Bung Apeng, mengatakan bahwa kegiatan tersebut terlaksana atas inisiatif Pemuda dan Pemudi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Nabire.

"Kegitan penggalangan dana ini akan kami lakukan selama 3 hari, yang berlangsung mulai hari Rabu dan direncanakan berakhir pada hari Sabtu," ucap bung Apeng

Angota IPFN

Bung Apeng juga menambahkan bahwa untuk hari terakhir yang jatuh pada hari Sabtu nanti, agendanya akan dipusatkan di Caffe BT. 

"Disana kami akan melakukan Bazar musik yang melibatkan penyanyi-penyanyi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di Kabupaten Nabire, serta penyanyi-penyanyi lokal Nabire, dan sekalian dana yang kami dapat pada kegiatan penggalangan dana akan kami serahkan kepada kerukunan," terang Bung Apeng. 

Dijelaskan Bung Apeng bahwa nantinya Kerukunan akan menyalurkan dana tersebut langsung kepada saudara-saudara yang terkena musibah bencana alam di Nusa Tenggara Timur melalui Posko resmi tanggap Bencana alam Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bung Apeng (Ketua IPFN)

Ditempat yang sama, Wakil Ketua IPFN, Gerson Laleb, menambahkan bahwa penggalangan dana bantuan tersebut sebagai bentuk solidaritas dan sangat penting dilakukan untuk membantu para korban yang terdampak. Dengan mematuhi protokol kesehatan memakai masker kami turun ke jalan.

“Dengan penggalangan donasi untuk Rakyat NTT ini, setidaknya mampu meringankan beban korban yang terkena bencana," beber Bung Gerson (sapaan akrab)

Lebih lanjut bung Gerson menegaskan bahwa hasil penggalangan dana akan terlebih dahulu dikumpulkan dan nantinya akan disalurkan ke posko resmi milik pemerintah NTT.

"Sekali lagi Terimakasih tak tak terhingga bagi warga Nabire, Polres Nabire, serta simpatisan yang telah menyumbangkan sebagian rejekinya, pedulinya dan tenanganya kepada warga di NTT, Tuhan memberkati kita semua," tutup bung Gerson mewakili seluruh anggota Ikatan Pemuda Flobamora Kabupaten Nabire. (Red)

Redaktur: Ika Putri


SUARA.NABIRE - Sesuai keputusan Pemerintah terkait dengan perlindungan sosial di tengah pandemi Covid-19, maka PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero siap memberikan stimulus listrik pada periode bulan April – Juni 2021.

“Stimulus ini adalah bantuan Pemerintah kepada masyarakat yang berdampak ditengah pandemi Covid-19,” demikian ungkap General Manager (GM) PT PLN Cabang Nabire, Robert Rumsaur di Nabire, pada Rabu (07/04/2021).

Dijelaskan Robert bahwa penerima stimulus listrik dengan skema perpanjangan diskon diantaranya adalah pelanggan subsidi dari masyarakat kurang mampu, yakni pelanggan rumah tangga dengan daya listrik 450 VA dan 900 VA. "Tujuannya adalah untuk meringankan beban masyarakat. Khususnya berkategori ekonomi lemah dan pemberiannya harus tepat sasaran," terang  Robert

Robert menambahkan bahwa stimulus sudah diberikan pemerintah sejak maret 2020 silam selama setahun ditengah pandemi hingga maret 2021, khususnya daya 450 VA untuk rumah tangga. Sehingga, pelanggan di Nabire yang mendapatkan gratis pembayaran selama satu Tahun sebanyak kurang lebih 4.000 ribu pelanggan.

"Penerima manfaaf terdiri dari dua jenis yakni yang memiliki meteran lama pasca bayar dan meteran baru pra bayar. teknis pembagian bantuan dalam bentuk stimulus yakni jika meteran lama, maka otomatis ketika rekening baru terbitkan otomatis langsung nihil," jelas Robert.

Sementara untuk listrik prabayar, kata Robert, diberikan berupa token gratis yang disiapkan oleh PLN. Pelanggan tinggal mengambil di kantor layanan. “Pemerintah melihat bantuan masih dibutuhkan masyarakat sehingga memperpanjang selama tiga bulan,” jelasnya.

Kendati demikian, menurut Robert terdapat presentase berbeda dalam pemberian untuk toga bulan ke depan. yakni untuk pelanggan 450 VA yang tadinya gratis hanya diberikan 50%. Untuk pelanggan 900 VA yang sebelumnya mendapat diskon 50%. di april sampai juni 2021 triwulan kedua mendapatkan diskon 20%.

"Misalkan daya 450 VA ketika rekening tagihan diterbitkan sebesar Rp 50.000, maka setelah di sistem otomatis menjadi Rp 25.000 dari diskon 50%. Jadi gratis yang dimaksud adalah 50%, kalau Tahun lalu memang tanpa biaya sama sekali," bebernya

Kepada pelanggan PLN di Nabire, Robert berharap agar bisa memanfaatkan bantuan pemerintah dengan baik. Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk ikut memelihara asset Negara khususnya PLN atau kelistrikan, yakni tagihan rekening lintrik jangan sampai menunggak terupata meter lama atau pasca bayar. Selain itu, jangan sampai terjadi pencurian aliran listrik sebab tentunta akan merugikan Negara.

“Kami harap bantuan ini dimanfaatkan. Juga harus rutin membayar dan tidak sampai menggunakan aliran secara illegal,” harap Rumsaur.

Pada tempat terpisah, salah satu pelanggan PLN di Kampung Bumi Raya, Sumarno, berterima kasih kepada bantuan yang diterima melalui pemberian gratis listrik. Ia mengakuh selama setahun hampir tidak membayar tagihan listriknya. (Red)

Redaktur: Tonchi Numberi



SUARA.NABIRE | Gua Lokale adalah salah satu kekayaan alam Papua yang sangat unik dan misterius. Pasalnya hingga sampai detik ini ujung dari gua ini belum pernah ditemukan.

Gua Lokale yang awalnya bernama gua "Wikuda", terletak di desa Woslimo, tepatnya di lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang jaraknya sekitar 20 kilometer dari kota Wamena, dan dihuni oleh hampir sebagian suku Dani.

Menurut Benny Walela, seorang penjaga gua ini, pernah di tahun 1996 datang dua orang peneliti asal Amerika yang mencoba masuk ke dalam gua untuk menemukan ujungnya, namun hingga dua hari lamanya mereka berjalan di dalam gua, mereka tidak bisa menemukan ujung dari gua tersebut.

Sehingga pada akhirnya kedua peneliti asal Amerika tersebut mengklaim bahwa gua Lokale adalah gua terpanjang di dunia, karena hingga saat ini belum ditemukan ujungnya.



Bapak Benny Walela (Penjaga Gua Lokale)

"Sejauh ini, perjalanan paling jauh yang bisa ditempuh oleh pengunjung goa baru mencapai 3 km," demikian ungkap Benny ketika ditemuia awak media ini pada Jumat (22/01/21).

Diketahui bahwa Gua Lokale ini mulai dikunjungi wisatawan sejak tahun 1992, namun menurut Benny, hingga detik ini perhatian Pemerintah daerah masih sangat kurang.

Adapun gua ini terbentuk dari bebatuan kapur dan pada sekitar gua terdapat banyak hutan pinus. Pintu masuk ke dalam gua Lokale berbentuk celah sempit, dan terdapat tangga masuk ke dalam gua.

Keadaan dalam gua sangat gelap, sehingga para pengunjung yang akan memasuki gua Lokale harus menggunakan senter. Sementara udara dalam gua cukup dingin dan terdapat banyak stalagmit serta stalagtit di langit-langit gua. Stalagtit tersebut berbentuk bintang-bintang.

Di dalam gua Lokale juga terdapat beberapa mata air, dan uniknya sekitar 2 km di kedalaman gua terdapat dua Aula besar lengkap dengan tempat duduk yang menyerupai ruang rapat. Sementara salah satu dinding gua Lokale memiliki rongga yang apabila di ketuk, maka akan menimbulkan bunyi gendang. (Red)


Galeri:














SUARA.NABIRE, WAMENA - Salah satu keindahan alam Papua yang menyimpan keunikan dan pesonanya tersendiri adalah Sungai Baliem di kabupaten Jaya Wijaya yang letaknya tepat di lembah Baliem.

Adapun sungai Baliem memiliki panjang sekitar 60–80 km, dengan total panjang keseluruhan 414.2 km (257.4 mi). Sementara lebar minimum 15 m (49 ft) dan lebar maksimum 20 m (66 ft), yang mengalir melalui Lembah Baliem ke arah selatan dan bermuara di Pantai Asmat.

Berikut ini 5 (lima) keunikan yang akan Anda dapatkan jika berkunjung ke sungai Baliem.

1. Terletak di dataran tinggi dengan kadar air yang dingin
Sungai Baliem memang unik, karena terletak pada dataran tinggi yang ketinggiannya mencapai 1650 meter di atas permukaan laut, serta sungai ini sangat terkenal dengan kadar airnya yang dingin, bersuhu 14 hingga 18°C.

2. Terdapat jenis hewan cherax
Keunikan lainnya bahwa di sungai Baliem terdapat jenis hewan yang mengandung nilai adat yang tinggi bagi masyarakat sekitar, sama tinggi nilainya dengan ubi (hipiri) dan babi (wam). Hewan tersebut sejenis cherax spp yang merupakan genus lobster air tawar, yaitu genus udang karang terbesar.

Cherax spp atau genus udang karang ini suka bermain di lumpur. Pada malam hari hewan tersebut akan muncul dan bermigrasi ke pinggir sungai, sedangkan paginya mereka akan kembali ke perairan sungai yang dalam.

3. Pinggiran sungai terdiri dari rawa-rawa
Pada kawasan pinggiran sungai terdapat rawa-rawa yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melepaskan hewan ternak babi. Sepanjang tepian sungai Baliem ini dapat dikelola menjadi objek pariwisata, perkebunan, dan pertanian. Dimana pada daerah sepanjang tepian sungai banyak tersdapat lahan perkebunan Suku Dani.

4. Terdapat udang selingkuh
Uniknya, di sungai Baliem ini terdapat habitat alami udang selingkuh, yakni udang endemik sungai Baliem. Bagian belakang hewan ini memang berbentuk udang, namun bagian depannya mirip seperti kepiting.

Adapun istilah "Udang Selingkuh" merupakan nama dari udang air tawar. Aslinya hanya dapat ditemukan di Sungai Baliem, Papua ini. Udang ini memiliki nama yang unik karena memiliki bentuk badan yang mirip dengan udang. Tapi memiliki capit seperti kepiting. Oleh karena itu udang ini anggap berselingkuh dengan kepiting.

Ukuran udang ini lebih besar dibandingkan dengan udang pada umumnya. Pada awalnya Udang Selingkuh ini ditemukan oleh tim peneliti Balai Arkeologi Papua, di Goa Togece Kampung Parema, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Konon diketahui bahwa bibit Udang Selingkuh ini pernah di tabur untuk pertama kalinya oleh seorang senior Guide/Pemandu senior di Sungai Baliem pada tahun 1961. Maka sejak itulah Udang Selingkuh perlahan mulai berkembang di Sungai Baliem. Hingga saat ini sudah menjadi salah satu kuliner khas Papua. Yang pastinya banyak digemari oleh para pecinta kuliner.

5. Bentuknya berkelok seperti ular besar
Aliran sungai Baliem terlihat berkelok dan berliku-liku mirip seperti seekor ular besar. Menurut cerita mitos suku Dani, terjadinya sungai ini memang berawal dari seekor ular besar yang konon suka memangsa anak laki-laki.

6. Mitos terbentuknya sungai Baliem
Sungai Baliem memiliki mitos yang dipercaya oleh suku Dani menjadi asal mula terbentuknya sungai ini. Konon hiduplah satu keluarga yang merindukan kehadiran anak laki-laki ditengah keluarga mereka. Pada suatu ketika saat yang dinantikan itu pun tiba, dimana anak laki-laki yang sangat dirindukan itu lahir di tengah-tengah keluarga tersebut.

Namun kelahiran anak laki-laki yang mereka cintai itu menjadi kerisauan tersendiri mengingat saat itu masyarakat dihebohkan dengan munculnya seekor ular besar yang suka memangsa anak laki-laki.

Sehingga keluarga itu pun melakukan penjagaan ekstra ketat terhadapa anak laki-laki mereka itu. Jika kedua orang tuanya pergi berkebun, maka anak perempuan mereka ditugaskan untuk menjaga adik laki-lakinya, dengan pesan agar segera memanggil bapaknya jika ular besar itu datang.

Singkat cerita, suatu saat ular itu pun datang dan ingin memangsa anak laki-laki dari keluarga tersebut. Anak perempuan kemudian bergegas berteriak memanggil bapaknya. Bapaknya pun datang dengan membawa kapak batu dan menyerang ular tersebut, maka terjadilah pertarungan hingga beruujung pada tewasnya ular besar itu dengan dipotong menjadi dua oleh bapak dari anak-anak laki itu.

Dengan peristiwa itu, ular besar itu kemudian diyakini oleh masyarakat telah berubah menjadi sungai Baliem, dimana kepalanya mengalir ke utara dan ekornya mengalir ke selatan.

Meskipun saat ini sungai Baliem ini tidak lagi mengalir ke utara, sebab menurut cerita masyarakat sekitar bahwa pernah terjadi gempa bumi atau tanah longsor pada masa lalu sehingga menutup aliran Sungai Baliem yang mengarah ke utara.

Namun apapun itu, sungai Baliem tetap saja menyimpan keunikan dan sejuta pesona alam Papua yang tiada taranya dan patut untuk dilestarikan. (Red)

Editor: Musafir Nawipa


GALERI FOTO


Kent Sroyer (Pimpinan Suara Nabire) dan Yus Baminggen (Pimpinan Lanny.News)


Abdy Busthan (Pendiri Kompas.Papua)


Yus Baminggen, Abdy Busthan dan Kent Sroyer

Jakarta, SUARA.NABIRE l Penggunaan masker harus diperhatikan tingkat kerapatan pori-pori dan waktu pemakaian masker. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker yang baik dan bahan yang benar.

Yurianto menjelaskan bahwa ada 3 jenis masker yang direkomendasikan, yakni masker N95, masker bedah, dan masker kain. 

''Saya sering mengatakan masker itu ada tiga, pertama masker N95, ini memang sudah standar yang tinggi karena dipakai petugas-petugas kesehatan yang langsung berhadapan dengan virus di laboratorium. Kemudian masker bedah yang biasa dipakai tenaga medis, dan ketiga masker kain,'' terangnya

Yurianto menambahkan bahwa penggunaan masker kain setidaknya dua lapis. Masker kain yang banyak dipakai masyarakat tidak boleh sembarangan dengan kain tipis seperti masker scuba dan buff.

Lapisan kain bagian dalam masker dapat menyerap cairan dari mulut kita. Gunakan masker kain selama maksimal 3 jam setelah itu ganti dengan masker yang bersih.

''Tidak ada masker buff atau masker scuba, karena begitu masker tersebut ditarik pori-porinya akan terbuka lebar. Masker tersebut tidak memenuhi syarat,'' tuturnya.

Menurut Yurianto, COVID-19 menyebar secara cepat melalui percikan droplet baik saat bersin maupun batuk. Memakai masker adalah salah satu cara efektif untuk menahan droplet tersebut menyebar.

Tingkat risiko penularan COVID-19 akan semakin menurun apabila seseorang memakai masker. Dalam hal ini Yurianto membaginya ke dalam 4 tingkatan, yaitu sebagai berikut:

Pertama, apabila seseorang yang membawa virus tidak menggunakan masker dan melakukan kontak dekat dengan orang rentan maka kemungkinan penularan mencapai 100 %.

Kedua, orang yang sakit pakai masker, sementara kelompok rentan tidak memakai masker maka potensi penularan mencapai 70%,

Ketiga, orang sakit pakai masker, sementara orang sehat tidak pakai masker maka tingkat penularannya hanya 5 persen.

Keempat, jika keduanya pakai masker, maka potensi penularan hanya 1,5%.

SUARA.NABIRE - Tepat pada tanggal 23 April 2021 nanti, Korlantas Polri akan meluncurkan kamera electronic traffic law enforcement (e-TLE) untuk memantau semua aktivitas di jalan raya. Kamera e-TLE ini menjadi terobosan Korlantas untuk memastikan penegakan hukum di bidang lalu lintas yang tegas dan transparan di seluruh wilayah NKRI.

Dilansir dari situs humas polri (edisi 19/03/21), Kasubditdakgar Ditgakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Abrianto Pardede, mengungkapkan bahwa kamera e-TLE merupakan wujud Korlantas Polri mendukung program kerja 100 hari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Lebih dari itu, adanya kamera e-TLE guna memastikan penegakan hukum yang tegas dan transparan.

“Ini bisa membuat disiplin masyarakat lebih bagus dan patuh terhadap aturan lalu lintas. Yg bermain kan robot tanpa ada pertemuan dengan petugas sehingga membuat lebih transparan dan terwujudnya transparansi,” ungkap Abrianto Pardede

Terkait itu, Abrianto mengatakan bahwa adanya kamera e-TLE nasional ini disebut sebagai program spektakuler. Sebab, kamera e-TLE yang sekarang bisa mendeteksi nomor polisi (nopol) kendaraan di luar dari wilayah tersebut.

“Ini spektakuler karena E-TLE ini diperbarui. Disebut nasional karena dapat dilakukan penindakan nopol di luar daerahnya. Contoh Yogya bisa menindak plat H. Kemarin kan masih regional. Adanya ini menjadi semua Polda bisa ke nopol semua kendaraan. Artinya ini ngga cuma khusus Polda, jadi semua kendaraan di manapun bisa ditindak,” demikian dibeberkan Abrianto

Abrianto menjelaskan bahwa kamera e-TLE juga dapat menindak pelaku kejahatan. Kamera e-TLE dapat mengubah budaya masyarakat dalam berlalu lintas.

“E-TLE juga meningkatkan budaya tertib berlalulintas. Karena kamera E-TLE tidak pilih kasih. Tidak mau bayar langsung blokir. Ada E-TLE juga dukung program pemerintah, ganjil genap. New normal. Tak boleh bertemu. Kita dukung kebijakan,” ungkap Abrianto

Untuk diketahui bersama, bahwa pada tahap awal, Korlantas Polri akan meluncurkan 244 kamera e-TLE di 12 Polda. 244 kamera e-TLE itu tersebar di Polda Metro Jaya 98 titik, Polda Riau 5 titik, Polda Jawa Timur 55 titik, Polda Jawa Tengah 10 titik, Polda Sulawesi Selatan 16 titik, Polda Jawa Barat 21 titik, Polda Jambi 8 titik, Polda Sumatera Barat 10 titik, Polda DIY 4 titik, Polda Lampung 5, Polda Sulawesi Utara 11 titik, dan Polda Banten 1 titik. (Red)

SUARA.NABIRE - Perempuan dalam kosmologi Papua, memegang peranan yang sangat strategis. Hal ini dapat dilihat dari fungsi perempuan yang lebih dominan dalam tatanan kehidupan sosial dibandingkan kaum pria. 

Di beberapa suku Papua, perempuan memiliki wewenang untuk mengatur ruang-ruang seperti: ebeai, unila, wamai dan pekarangan. Sementara kaum pria dapat mengakses ruang-ruang tersebut, tetapi tidak mempunyai peran yang besar atau tidak punya peran sama sekali, dalam mengelola tata ruang didalamnya, (Djawaru, 2014).

Kaum pria cenderung berperan dalam memberikan proteksi pada keluarga atau kampung terhadap ancaman atau gangguan dari luar. Dengan pendekatan kosmologi tersebut, konservasi berbasis gender merupakan solusi efektif dalam pengelolaan kawasan khususnya di Papua.

Dalam konteks pengelolaan sumber daya perairan, perempuan Papua, terutama di wilayah perkampungan, tidak hanya memiliki identitas sebagai "mama" atau ibu rumah tangga dan istri, tapi mereka juga adalah petani, nelayan, pengrajin, ataupun pengusaha hasil hutan, yang dengan kegiatannya telah menghasilkan pendapatan untuk keberlanjutan kehidupan dirinya dan keluarganya.

Secara turun temurun, perempuan pesisir Papua telah memperoleh manfaat dari sumber daya tanah, hutan dan air di provinsi ini untuk keberlangsungan kehidupan dirinya, keluarga dan komunitas masyarakatnya.

Kehidupan mereka di wilayah perkampungan yang dekat dengan alam membuat mereka memiliki pengetahuan dan kemampuan pengelolaan serta pengolahan tanah, hutan dan air yang khas berdasarkan pengalaman dan “kesepakatan” sosial di dalam masyarakat asal mereka.


Kelompok Ibu "
Mama IRA" Kampung Yomakan 
Kampung Yomakan berada di Pulau Rumberpon yang secara administratif termasuk dalam wilayah Distrik Yembekiri. Sebagai kampung yang berada di pulau, sebagian besar masyarakatnya bermatapencaharian sebagai nelayan dan hanya sebagian kecil saja yang bekerja sebagai PNS, pedagang, dll. 


Kajian mengenai peran, status dan otoritas perempuan dalam pengelolaan sumberdaya yang digunakan dalam konservasi di Yomakan ini merupakan pendekatan budaya yang berangkat dari teori feminisme, yang menuju pada diskursus kesetaraan gender.

Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya pandangan bahwa terdapat ketidaksetaraan dalam akses terhadap peluang-peluang dan sumberdaya yang dialami oleh perempuan: “Feminists fight for the equality of women and argue that women should share equally in society’s opportunities and scarce resources.” (Delaney, 2005)

Namun sayangnya, peran perempuan dalam pengelolaan SDA sering terlupakan dan tidak mendapatkan perhatian. Hal ini kemudian berdampak kepada program-program pembangunan dan kebijakan-kebijakan yang belum mengakomodir ruang dan peran perempuan dalam pengelolaan sumberdaya alam, misalnya, belum dilibatkannya perempuan secara maksimal dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak kepada hilangnya ruang sumber mata pencaharian perempuan dalam pengelolaan sumberdaya alam.


Berbeda dengan Kelompok Ibu “Mama IRA” yang beranggotakan para ibu Kampung Yomakan baik tua maupun muda. Pembentukan Kelompok ini berawal dari adanya niat kaum Ibu dalam rangka kebutuhan akan ruang kelola untuk berperan dalam pengelolaan sumberdaya alam. 

Selanjutnya kelompok ini dibentuk atas inisiatif kaum Ibu yang difasilitasi oleh Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) bekerjasama dengan WWF ID Teluk Cenderawasih. Peranan kelompok ini terfokus pada rehabilitasi habitat Kima (Tridacna sp.) atau disebut “Kebun Kima” oleh masyarakat. 


Relokasi kima raksasa ke kebun kima oleh kelompok Mama Ira (Foto Oleh.TNTC)

Secara kelembagaan, kelompok ini belum juga ditetapkan melalui Surat Keputusan. Namun dengan adanya niat dan semangat yang besar, mereka berkomitmen untuk ikut berperan dalam kegiatan pengelolaan kawasan konservasi perairan Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan (rusak).

Penamaan Kelompok Ibu ini dengan nama “Mama IRA” mengandung arti: Mama merupakan sebutan untuk Ibu/Perempuan yang sudah menikah sedangkan IRA adalah sebutan untuk jenis Kima yang terbesar atau Bia Ubai dalam bahasa Wandamen dengan bahasan latin yaitu Tridacna gigas.

Focus Group Discussion (FGD) dipilih sebagai metode dalam kegiatan ini, karena dengan metode ini dapat mendorong setiap peserta untuk dapat mengidentifikasi potensi dan kelemahan mereka sendiri serta dapat menyampaikan rencana serta perkembangan aktivitas kelompok hingga saat dilakukan kegiatan. 


Berdasarkan FGD tersebut, beberapa potensi partisipasi yang sempat digali antara lain:

Pertama. Semua anggota memiliki semangat dan antusiasme yang tinggi dalam upaya rehabilitasi Kima (Tridacna sp) yang telah dibangun

Kedua. Semua anggota memiliki kesamaan niat untuk mengelola dan menjaga kelestarian sumber daya alam terutama Kima yang ada di sekitar perairan Kampung Yomakan khususnya di sekitar Pulau Apimasum

Ketiga. Potensi habitat kima di perairan Kampung Yomakan sangat tinggi untuk dikembangkan menjadi obyek studi dan wisata kebun kima

Keempat. Telah terdapat beberapa kelompok masyarakat di Kampung Yomakan yang saling tolong-menolong dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan dan pengelolaan kebun kima

Kelima. Memiliki kepedulian dalam melakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat kampung Yomakan untuk tidak lagi mengambil kima dengan cara menegur dan menyampaikan kepada pihak RT dan gereja untuk memperingatkan masyarakat agar ikut serta melestarikan kima dan tidak lagi mengambil kima

Keenam. Mau bekerjasama dengan kelompok lain dalam pengelolaan kebun kima antara lain dalam transplantasi terumbu karang di area kebun kima

Ketujuh. Kegiatan pengelolaan sumber daya alam dan upaya konservasi yang dilakukan telah didukung oleh beberapa kelompok nelayan serta telah memiliki peraturan Kampung Yomakan tentang pelestarian sumber daya pesisir dan laut serta telah ada Surat Keputusan bersama kepala-kepala kampung di Distrik Rumberpon dan Distrik Sougwepu tentang Estimasi Potensi, Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan, dan Tingkat Pemanfaatan Sumber Daya Ikan Kerapu di Sekitar Perairan Pulau Rumberpon

Kedelapan. Kampung Yomakan telah memiliki peta wilayah kelola adat. Dalam perjalanannya, upaya pendampingan kepada Mama Ira telah melahirkan berbagai kegiatan dengan skala terbatas, termasuk rencana kerja kelompok

Tulisan ini diambil dari Buku: 
"MERETAS EKOWISATA BERBASIS KONSERVASI TRADISIONAL DI TAMAN NASIONAL TELUK CENDERAWASIH" (Halaman: 75-79)
Penulis: Ben Gurion Saroy dan Saiful Anwar



Jakarta, SUARA.NABIRE - Kepolisian Republik Indonesia resmi mengeluarkan izin dua laga uji coba Timnas Indonesia U-23 dengan menghimbau agar dalam dua laga tersebut tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Brigjen Rusdi Hartono, selaku Karopenmas Divisi Humas Polri dalam konferensi pers di Mabes Polri, pada hari Jumat (5/3/2021). 

Dikatakannya bahwa surat izin untuk dua laga uji coba yang berlangsung pada tanggal 5 dan 7 Maret 2021, telah ditandatangani Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, Komjen Paulus Waterpauw.

Dua laga tersebut akan mempertandingkan Timnas U-23 yang akan berhadapan dengan dua klub, yaitu Tira Persikabo yang berlangsung pada tanggal 5 Maret, dan Bali United yang akan digelar pada tanggal 7 Maret.

“Izin telah dikeluarkan, kegiatan uji coba dilaksanakan tanggal 5 Maret dan 7 Maret. Pada 5 Maret uji coba Timnas SEA Games berhadapan dengan Tira Persikabo kemudian tanggal 7 Timnas SEA Games berharapan dengan Bali United yang terselenggara di Gelora Bung Karno,” demikian dibeberkan Brigjen Rusdi Hartanto

Adapun menurut Rusdi, kedua pertandingan tersebut tetap diselenggarakan tanpa penonton. Selain itu, penyelenggaraan uji coba Timnas Indonesia U-23 diwajibkan untuk mematuhi Prokes.

“Tentunya dalam kegiatan pertandingan dilaksanakan tanpa adanya penonton dan tentunya memperhatikan protokol kesehatan dalam penanganan COVID-19,” tutur Rusdi.

Ditambahkannya pula bahwa terkait penundaan uji coba Timnas Indonesia U-23, dirinya membenarkan hal tersebut dikarenakan adanya perizinan yang mepet disampaikan pihak PSSI.

“Memang seharusnya perizinan sudah diterima Polri 7 hari sebelumnya karena ada kesempatan Polri berkoordinasi dengan instansi lain ternyata datangnya surat terlalu mepet, Polri belum bisa mengeluarkan," terang Rusdi.

Tetapi dengan segala pertimbangan, lanjutnya, pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia, maka kegiatan tetap berjalan."Hanya pelaksanaan diundur menjadi tanggal 5 dan 7 Maret sesuai surat izin,” demikian tutup Brigjen Rusdi Hartono, selaku Karopenmas Divisi Humas Polri. (Red)

SUARA.NABIRE - Dengan menerapkan Protokol Kesehatan, SD Negeri Inpres Kalibobo Nabire, menggelar Ujian Tengah Semester (UTS) pada hari Selasa, (6/04/2021).

Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Kalibobo Nabire,Yesaya Waroi, S.Pd., dalam keterangan kepada awak media ini menjelaskan bahwa Ulangan Tengah Semester merupakan Agenda dalam rangka melihat perkembangan dan sejauh mana kesigapan siswa menghadapi proses belajar mengajar di era Covid-19 yang melanda akhir akhir ini

"Dengan demikian, sesungguhnya kita bisa tahu dan mengikuti perkembangan anak ini ke depan seperti apa," tutur Waroi.

Yesaya Waroi, S.Pd (Kepsek SD Inpres Kalibobo Nabire)

Ditambahkan Waroi bahwa kegitan UTS tersebut juga sebuah evaluasi yang dilakukan oleh pihak sekolah agar dapat melihat sejauh mana kesigapan seorang guru dalam memberikan materi pembelajaran terhadap anak didiknya di kelas tersebut.

"Agenda kegiatan Ulangan Tengah Semester ini adalah sebuah agenda yang di teruskan oleh Dinas pendidikan Propinsi Papua kepada Dinas Pendidikan yang ada di setiap Kabupaten, khususnya kami yang ada di Nabire", demikian dijelaskan Kepala Sekolah SD Negeri Inpres Kalibobo Nabire,Yesaya Waroi, S.Pd. (Red)

Redaktur: Tonchi Numberi

SUARA.NABIRE | Danau Habema, yang sering disebut “danau diatas awan”, karena letaknya yang berada pada ketinggian 3.225 meter di atas permukaan laut, adalah danau tertinggi di Indonesia.

Danau ini berada sekitar 48 kilometer dari kota Wamena, yang terletak di wilayah Pegunungan Jayawijaya, tepatnya pada zona inti Taman Nasional Lorentz di Wamena, Papua.

Luas danau ini mencapai sekitar 224,35 hektar dengan ukuran kelilingnya sekitar 9,79 kilometer. Pemandangan sekitar Danau Habema sangat indah bahkan menawan hati.

Letaknya berhadapan dengan gunung yang diselimuti salju dan kabut serta terdapat hamparan padang rumput yang dikelilingi bunga berwarna-warni.

Sebelum sampai ke danau Habema, terdapat satu anak danau Habema yang memiliki kandungan air yang sangat jernih dan dikelilingi oleh beragam bunga yang sangat indah dan eksotis.


Anak danau Habema (Foto Srocent, SUARA.NABIRE)

Adapun puncak pegunungan Trikora yang dipenuhi oleh salju khatulistiwa bisa terlihat dari tempat ini jika tidak terdapat kabut yang menghalangi.

Sehingga disarankan untuk berkunjung ke danau yang terletak di atas awan ini, sebaiknya dilakukan pagi hari mengingat pada siang hari pemandangan disekitar danau Habema sering tertutup kabut.

Udara di sekitar danau Habema sangat dingin karena terletak di ketinggian 3.225 mdpl, sehingga disarankan agar para pengunjung yang ingin mengunjungi danau ini harus menyiapkan jaket yang tebal.

Konon cerita, oleh warga setempat danau ini awalnya disebut dengan nama "Yuginopa", namun kemudian berganti nama menjadi "Habema", yang diambil dari nama seorang perwira Belanda, yaitu Letnan Habema, yang pernah ikut mengawal tim ekpedisi ke puncak Trikora di tahun 1909.

Bagaimana? Sangat unik bukan? Ya, tentu Anda tidak akan pernah menjadi sempurna sebagai warga negara Indonesia jika belum berkunjung ke danau diatas awan ini, hehehehe...(Red)

GALERI FOTO:











Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.